Hingga pukul 14.30 WIB Jumat (1/9) ini, petisi tersebut sudah mendapat sebanyak 24.246 dukungan. "Pemerintah Indonesia, melalui Presiden mesti usir Dubes Myanmar dari Indonesia dan putuskan hubungan diplomatik sebagai bentuk kecaman dan protes," tulis Budi Akbar selaku pembuat petisi dengan judul "Cabut Nobel Perdamaian Aung San Su Kyi" ini. Padahal fakta yang tampak di lapangan adalah tindakan yang ingin membasmi kaum Rohingya," paparnya di laman change.org. Dalam paparan petisi itu juga dijelaskan bahwa Aung San Suu Kyi malah membela militer ketika mesin perang Myanmar ini diarahkan ke warga Rohingya yang tak bersenjata. Pemimpin yang mendapat Hadiah Nobel Perdamaian ini mengambil sikap tutup mata terhadap tindakan militernya yang menembaki warga Rohingya yang sedang melarikan diri dari kejaran tentara.
Source: Republika September 01, 2017 07:52 UTC