REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa berlanjutnya serangan Zionis Israel ke Lebanon dapat membuat negosiasi gencatan senjata yang dilangsungkan pihaknya dengan Amerika Serikat (AS) "sia-sia". Negosiasi pada masa gencatan senjata antara Iran dan AS dijadwalkan digelar di Islamabad, Pakistan pada Sabtu (11/4/2026). "Berlanjutnya serangan akan membuat negosiasi sia-sia; jari kami tetap berada di pelatuk, dan Iran tidak akan meninggalkan saudaranya di Lebanon," kata Pezeshkian melalui media sosial X, Kamis (9/4/2026). "Lebanon dan seluruh Poros Perlawanan, sebagai sekutu Iran, adalah bagian tak terpisahkan dari gencatan senjata," kata Ghalibaf. Sementara Islamabad dan Teheran memandang gencatan senjata yang disepakati juga mencakup Lebanon, Washington dan Tel Aviv menepis hal tersebut.
Source: Republika April 10, 2026 03:28 UTC