Berdasarkan data yang diperoleh Republika.co.id, piutang RSUD dibagi menjadi empat komponen pembayaran klaim kesehatan, yaitu dari BPJS, Pemkot Tasik, Jamkesda Pemkab Tasik, dan peroangan. Direktur RSUD Dr Soekadjo, Waskito mengakui jumlah piutang yang besar itu menghambat pelayanan kesehatan karena pasokan obat terhenti dari pihak ketiga. Tanpa adanya dana segar dari pembayaran piutang, RSUD amat merasakan minimnya pasokan. RSUD pun mengambil kebijakan untuk mengatur ulang jadwal operasi bagi pasien yang dinilai tidak terlalu genting kondisinya. RSUD hanya mampu melakukan operasi dengan suntikan bius spinal atau bius yang menghilangkan rasa sakit ketika operasi, tetapi pasien masih dalam kondisi sadar.
Source: Republika January 18, 2017 03:36 UTC