TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian mengungkap peran Para Wijayanto selama menjadi amir organisasi teroris Jamaah Islamiyah pada 2008-2019. Menurut polisi, Para Wijayanto melakukan sejumlah perubahan pada strategi dan struktur organisasi itu. Menurut Argo, Tastos adalah prosedur standar operasi yang bersifat bertahan dan agar tidak tertangkap. "Ada yang diutamakan SOP tadi, menjaga keamanan yang sifatnya bertahan agar tidak tertangkap dan bertahan," kata Argo. Argo melanjutkan Para Wijayanto juga mengincar anak yang pintar dan memiliki emosi stabil, serta fisik yang prima.
Source: Koran Tempo January 04, 2021 13:41 UTC