Sedangkan pasokan dalam negeri dipasok oleh PT Chandra Asri Petrochemical Tbk sebesar 33 persen, PT Polytama Propindo sebanyak 14 persen, dan sisanya sebanyak 3 persen dipasok oleh Pertamina Plaju. TPI merupakan pemegang saham mayoritas di PT Polytama Propindo sebanyak 80 persen, sedangkan sisanya dimiliki Pasio Investments BV. PT Polytama Propindo sendiri merupakan perusahaan yang berfokus kepada kegiatan usaha produksi polypropylene resin (PPResin), baik dalam bentuk pellet maupun granule. Direktur Utama PT Polytama Propindo Didik Susilo mengatakan, pihaknya akan meningkatkan kapasitas usahanya sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan kepada pasokan impor. Perseroan akan menerbitkan instrumen pasar modal dalam bentuk Obligasi II PT Polytama Propindo Tahun 2021 sebanyak-banyaknya Rp 400 miliar dan Sukuk Ijarah II PT Polytama Propindo Tahun 2021 sebanyak-banyaknya Rp 300 miliar.
Source: Jawa Pos August 16, 2021 11:03 UTC