batampos – Pengurus pondok pesantren An’nimah akhirnya angkat suara terkait laporan dugaan kasus penganiayaan terhadap R, salah seorang santri mereka. Baca Juga: Batam akan Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang di Akhir Pekan“Pengasuh pondok setiap saat selalu mengecek aktifitas yang dilakukan santri, termasuk saat santri tidak mengikuti belajar. Dalam kasus ini pondok mencoba menyelesaikan permasalahan secara tabayyun dengan memanggil tujuh orang tua pemukul dan orang tua korban. Sebab, ada keinginan lain yang diminta orang tua korban yang tidak bisa disanggupi oleh orang tua pemukul dan pondok. Tapi ada itikad baik orang tua pemukul untuk bertanggung jawab yang dilakukan anaknya.
Source: Jawa Pos December 17, 2022 04:23 UTC