TEMPO.CO, Bengkulu - Pemerintah Provinsi Bengkulu meminta warganya waspada terhadap ancaman terjadinya bencana hidrometeorologi yang meliputi banjir, tanah longsor dan angin kencang yang berpotensi terjadi di daerah itu. Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Soemarno, Jumat, 20 November 2020, menyebut potensi bencana itu salah satunya dipicu curah hujan yang tinggi yang diperkirakan akan terjadi di seluruh wilayah di Provinsi Bengkulu. Sedangkan potensi hari tanpa hujan diperkirakan hanya berlangsung dalam kurun waktu yang pendek, yaitu sekitar satu hingga lima hari saja dan hanya di sebagian wilayah saja. Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Bengkulu Rusdi Bakar meminta masyarakat di beberapa daerah di Bengkulu untuk mempersiapkan diri saat banjir terjadi. Selain itu, menurut Rusdi, hujan lebat dengan durasi lama serta kondisi tanah labil dapat menjadi pemicu terjadinya bahaya tanah longsor yang merupakan salah satu jenis kejadian hidrometeorologi yang mematikan di Indonesia.
Source: Koran Tempo November 20, 2020 23:03 UTC