Dampak learning loss akibat PJJ juga belum bisa diukur. Kita belum bisa mengukur berapa kuantitas learning loss-nya,” ungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam webinar Merdeka Belajar, Transformasi Pendidikan Indonesia, Jumat (22/1). Adapun, salah satu cara untuk mengukur learning loss adalah dengan melaksanakan Asesmen Nasional (AN). Pasalnya, dikatakan oleh Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Kabalitbangbuk) Kemendikbud, Totok Suprayitno, ada potensi loss learning mencapai 20 persen akibat PJJ. 20 persen inilah yang diduga mengalami learning loss yang paling besar hanya 20 persen,” imbuhnya, Kamis (21/2).
Source: Jawa Pos January 22, 2021 10:28 UTC