Padaku orang terakhir yang sepiPenggalan puisi ini sebanarnya merupakan antagonisme pemikiran Friedrick Nietzshe tentang "Tuhan telah mati". Dari Alp, Sils Maria, Nietzsche berteriak: Tuhan telah mati! Tetapi, dengan memperhatikan baris-baris puisinya ini, sebenarnya Nietzsche justru menemukan Tuhannya. Tuhan yang ia temukan bahkan justru lebih mendalam, yakni "Tuhan yang teologis" ketimbang "Tuhan yang antropologis" seperti dalam pandangan sebelumnya. Nietzsche seakan kembali lagi pada sebuah puisi yang ia tulis ketika masih usia 20 tahun.
Source: Koran Tempo April 27, 2022 04:37 UTC