Kepala Lapan menyebut, puncak hujan meteor Y-Nomid hanya menarik bagi astronom. "Sesungguhnya ini hanya hujan meteor lemah," kata Thomas kepada Antara di Jakarta, Sabtu. Menurut Thomas, fenomena hujan meteor lemah tersebut sejauh ini hanya astronom yang bisa mengenalinya. Oleh karena itu, masyarakat pada umumnya tidak akan dapat melihat fenomena hujan meteor tersebut. Fenomena hujan meteor y-Normid tersebut sebenarnya sudah mulai berlangsung sejak 25 Februari dan akan berakhir pada 28 Maret nanti.
Source: Republika March 14, 2020 11:37 UTC