JawaPos.com - RA, 27, mantan asisten pribadi anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan berinisial SAB mengaku mendapat ancaman usai muncul ke publik. "Ancaman teror memang ada, tapi nanti saja. Terpisah, dosen korban dari Universitas Pelita Harapan Ade Armando membeberkan, ancaman yang diterima mahasiswinya, RA terjadi beberapa kali melalui media sosial. Bahkan ada beberapa orang yang sengaja menyewa buzzer untuk membuka kembali semua postingan RA sejak 2015-2016 lalu. Saya pastikan itu bukan nitizen, kalau nitizen buat apa dia cari informasi di Facebook-nya korban untuk diolah kembali," tukas Ade.
Source: Jawa Pos January 02, 2019 18:25 UTC