Irfan Ilmie/TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meminta investigasi terkait dugaan perdagangan manusia yang menimpa ABK Tanah Air di Kapal Long Xing 629 milik Cina dilakukan secara transparan. Retno mengatakan, dugaan perbudakan ABK bukan lagi isu yang hanya melibatkan perusahaan swasta. Dugaan eksploitasi terhadap WNI ABK Long Xing 629 diungkap pertama kali oleh media massa Korea Selatan. Sebuah stasiun TV swasta Korea, MBC, mengabarkan ABK WNI yang bekerja di kapal Cina ini bekerja selama 18 jam sehari. Setelah bekerja dalam kondisi perbudakan itu, para ABK WNI yang telah bekerja selama 13 bulan hanya menerima gaji senilai US$120 atau setara Rp 1,8 juta.
Source: Koran Tempo August 20, 2020 16:52 UTC