REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah kantor berita mengungkap fakta mengejutkan mengenai kondisi personel militer Israel di tengah eskalasi perang. Menurut laporan tersebut, ratusan prajurit yang mengalami gangguan psikologis berat, termasuk PTSD (gangguan stres pasca-trauma), dipanggil kembali untuk bertugas meski masih menjalani perawatan rehabilitasi. Beberapa komandan bahkan mengancam akan menjerat mereka dengan tuduhan desersi jika menolak panggilan tugas. Kondisi ini mencerminkan betapa daruratnya kekurangan personel militer Israel, hingga pasien gangguan kejiwaan pun tak luput dari panggilan perang. Saree menegaskan bahwa Houthi akan melanjutkan operasi militer dalam beberapa hari mendatang hingga Israel menghentikan agresinya terhadap Iran dan Lebanon.
Source: Republika March 30, 2026 06:01 UTC