ReutersTEMPO.CO, Jakarta - Raja Hamad bin Isa Al Khalifa menegaskan tindakan Bahrain untuk menjalin hubungan dengan Israel bukan untuk memusuhi entitas atau kekuatan manapun. Raja Hamad, menegaskan kembali dukungan Bahrain untuk Palestina dan untuk inisiatif perdamaian Arab yang dibuat pada tahun 2002. Inisiatif itu menawarkan hubungan normalisasi Israel dengan imbalan kesepakatan pembentukan negara Palestina serta penarikan penuh Israel dari wilayah yang dikuasai sejak Perang Timur Tengah pada 1967. Bahrain dan Uni Emirat Arab atau UEA menjadi negara Arab pertama dalam seperempat abad yang menormalkan hubungan dengan Israel tetapi tanpa membahas penyelesaian sengketa Israel dengan palestina. Protes di jalanan terjadi di berbagai tempat setelah Bahrain menandatangani kesepakatan dengan Israel awal bulan ini.
Source: Koran Tempo September 22, 2020 06:00 UTC