JEDDAH, KOMPAS.com - Para pemimpin Arab berkumpul di Arab Saudi, Kamis (30/5/2019), atas undangan dari Raja Salman bin Abdulaziz untuk menghadiri KTT darurat membahas situasi di wilayah Teluk. Saudi bersama dengan Uni Emirat Arab (UEA) telah melobi Washington untuk menahan Iran dan menghindari perang, menyusul peningkatan ketegangan setelah serangan drone ke stasiun pompa minyak di Saudi dan sabotase kapal tanker di lepas pantai UEA. Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Ibrahim al-Assaf mengatakan dalam pertemuan para pemimpin Arab di Jeddah, menjelang KTT, bahwa "serangan" tersebut harus ditangani dengan "kekuatan dan ketegasan". Baca juga: Pesawat Qatar Mendarat di Bandara Arab Saudi, Pertama Sejak 2 Tahun"Sementara para pemimpin KTT kemungkinan akan membahas cara terbaik untuk menghindari perang, Raja Salman bertekad untuk membela kepentingan Arab Saudi dan negara- negara Arab, di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dengan Iran," kata Pangeran Turki al-Faisal, mantan kepala intelijen dan utusan Saudi, melalui tulisannya di Al Arabiya. Pangeran Turki mengatakan, pertemuan para pemimpin Muslim negara Teluk dengan para pemimpin Arab di Mekkah, bakal membahas tentang campur tangan Iran dalam urusan Arab.
Source: Kompas May 30, 2019 12:10 UTC