Dari jumlah tersebut, beberapa di antaranya tersebar sebagai pengguna aktif jejaring media sosial. Untuk mengurangi dampak dari informasi yang telah diselewengkan tersebut, Pakar Medsos dari GDILab.com Jefri Dinomo meminta, agar masyarakat untuk lebih cerdas dalam menyerap informasi dari media sosial. Menurutnya, masyarakat harus berperan aktif untuk menyeleksi informasi mengenai benar atau tidaknya informasi yang telah tersebar di medsos. "Karena konten hoaks itu kan seperti bola salju, enggak ada yang bisa mengcounter nantinya dan kalau ditanya siapa yang bertanggung jawab kan enggak ada," ungkap dia. Kita perlu konfirmasi dulu, tanpa konfirmasi kemungkinan besar untuk menjadi hoaks itu ada," pungkasnya.
Source: Jawa Pos December 17, 2018 09:00 UTC