REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis sore melemah 19 poin atau 0,11 persen menjadi Rp 17.002 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.983 per dolar AS. Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. “Pergerakan rupiah masih dipengaruhi oleh penguatan dolar AS, pergerakan harga minyak, serta ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah,” ucapnya di Jakarta, Kamis. Kondisi ini mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak, yang pada akhirnya memberi tekanan pada mata uang emerging markets, termasuk rupiah,” ungkap Amru. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp 17.015 per dolar AS dari sebelumnya Rp 17.002 per dolar AS.
Source: Republika April 02, 2026 14:25 UTC