REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih bergerak pada tren pelemahan, imbas konflik di Timur Tengah yang sepekan terakhir meletus. Mengutip Bloomberg, rupiah melemah 20,50 poin atau 0,12 persen menuju 16.925 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (6/3/2026). Ibrahim menuturkan, hal itu telah mempersulit prospek bagi bank sentral global, termasuk Federal Reserve AS. Harga minyak yang lebih tinggi cenderung memicu inflasi dan dapat membuat para pembuat kebijakan lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Angka yang lebih kuat dari perkiraan dapat memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve memiliki ruang untuk menunda pemotongan suku bunga.
Source: Republika March 07, 2026 03:30 UTC