REPUBLIKA.CO.ID, NEW YOTK -- Rusia menggunakan hak veto di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa (24/10) untuk mencegah pembaharuan mandat terhadap sebuah misi yang menyelidiki penggunaan senjata kimia di Suriah. Pekan lalu, ISIS menghadapi tekanan kuat dan kehilangan ibu kota de faktonya di Provinsi Ar-Raqqah di Suriah Utara. Kemenangan itu menandai kelahakan besar pertama ISIS di Suriah, sebab Ar-Raqqah adalah Ibu Kota de Fakto kelompok tersebut. Dalam satu pekan belakangan, satu kesepakatan dicapai antara SDF dan ISIS dengan penengahan suku setempat di Ar-Raqqah bagi penyerahan diri mereka. Observatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia pada Selasa mengatakan sebanyak 3.250 orang, termasuk 1.130 warga sipil, telah tewas selama pertempuran empat-bulan di Ar-Raqqah.
Source: Republika October 24, 2017 18:22 UTC