Nusron mengatakan kerusuhan di Tanjung Balai, Sumatera Utara, menyimpang dari nilai-nilai agama Islam. Ini bagian dari upaya memecah belah kristalisasi kebangsaan kita.”Menurut Nusron, konflik di Tanjung Balai menandakan nilai-nilai Pancasila dan toleransi belum benar-benar terwujud. Nusron mengatakan tempat ibadah tidak bersalah maka tak bisa dijadikan sasaran kemarahan. Bahkan dalam perang pun, kata dia, menjadikan tempat agama sebagai sasaran adalah kejahatan. “Apalagi terjadi di tempat beribadah agama tertentu dirusak dan dibakar oleh kelompok masyarakat agama lainnya,” ujar dia.
Source: Koran Tempo July 30, 2016 15:56 UTC