Menurut psikolog Klinis, Ratih Ibrahim rutin membacakan dongeng pada anak di usia satu sampai lima tahun, dapat menstimulasi lima aspek yang berperan dalam tumbuh kembang anak. Ratih mencontohkan, ketika mendongeng, anak akan ikut membolak-balik buku dongeng dan menelusuri gambar karakter di buku tersebut, maka secara tidak langsung, aspek motorik halus anak telah terstimulasi. Sedangkan ketika orangtua mengajak anak menirukan karakter dongeng di dunia nyata, aspek motorik kasar anak yang terstimulasi. “Rasa ingin tahu pada anak meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, daya imajinasi berkembang dan minat baca bertambah,” kata RatihPada aspek sosialisasi dan bahasa, dongeng akan menstimulasi kecerdasan anak. Selain itu, aspek kesehatan anak juga dapat dikembangkan lewat cerita dongeng.
Source: Koran Tempo July 21, 2020 10:05 UTC