Menurut pemantauan Tempo, selama berkeliling di Agats terlihat beberapa rumah warga memiliki bak penampung air hujan di pekarangan. "Pernah beberapa kali dengar cerita itu, ada warga yang air bersihnya dicuri," ujar wanita yang merantau dari pulau Jawa itu. Pompa air bersih itu mengebor hingga kedalaman 200 meter dengan kemampuan menyedot air 0,3 liter per detik. Mereka biasanya menggunakan air ini untuk mandi, cuci, dan kakus dan tetap menggunakan air hujan untuk dikonsumsi. Menurut dia, Kementerian PUPR akan membangun penyediaan air bersih melalui embung atau menara penampungan air hujan sebagai sumber air baku, mengingat Kabupaten Asmat memiliki curah hujan tinggi.
Source: Koran Tempo February 24, 2018 12:22 UTC