Dunia menahan napas, menunggu satu langkah yang bisa mengubah peta geopolitik, serangan darat Amerika Serikat ke Iran. Desakan kepada Donald Trump untuk melancarkan operasi darat kian menguat, terutama setelah bombardemen udara dan serangan rudal belum juga melumpuhkan militer dan rezim Iran. Dalam kebuntuan itu, Trump beralih pada opsi yang lebih berisiko, operasi darat terbatas. Sementara itu, pasukan lintas udara diproyeksikan menyusup jauh ke dalam wilayah Iran untuk menghantam fasilitas nuklir di Isfahan. Mobilisasi hingga satu juta tentara menjadi sinyal bahwa Iran tidak akan menghadapi konflik ini secara defensif semata.
Source: Republika March 30, 2026 09:35 UTC