TEMPO.CO, Jakarta - Dalam rangka meningkatkan upaya mitigasi bencana, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan pemasangan alat pendeteksi tsunami buoy Merah Putih di kawasan Gunung Anak Krakatau. Kepala BPPT Hammam Riza menjelaskan bahwa pemasangan buoy saat itu menggunakan Kapal Riset (KM) Baruna Jaya IV, pasca bencana tsunami yang melanda Selat Sunda. Sebaliknya, jika bencana seperti tsunami terjadi, maka alat itu tentunya secara otomatis akan mengirimkan data lebih cepat, yakni tiap 15 detik. Namun jika terjadi tsunami, maka buoy akan mengirimkan data lebih cepat, datanya dikirim tiap 15 detik," kata Hammam. Perlu diketahui, survei batimetri merupakan pemetaan dasar laut yang berfungsi untuk menentukan titik OBU atau sensor pendeteksi tsunami yang hendak dipasang.
Source: Koran Tempo November 23, 2019 23:03 UTC