Paulus Totok Lusida, Ketua Umum DPP REI, mengatakan mahalnya harga PLTS atap di dalam negeri menjadi salah satu kendala bagi pengembang untuk menyematkan fasilitas itu di produk huniannya. Totok menuturkan, harga PLTS atap saat ini berkisar Rp 14 juta per unit, sehingga membuat pengembang merasa berat untuk menerapkannya. Meski begitu, pengembang perumahan nonsubsidi dan hunian menengah atas di Jabodetabek sudah banyak yang menyematkan PLTS atap di produknya. Dia pun berharap pemerintah mau turun tangan langsung untuk mengatur agar harga PLTS atap di dalam negeri, sehingga pengembang bisa memanfaatkannya secara optimal. “Untuk menurunkan harga PLTS atap bisa dengan meningkatkan TKDN atau dengan bantuan pemerintah yang selama ini ada.
Source: Koran Tempo September 19, 2021 04:30 UTC