JawaPos.com - Sampah antariksa berupa puing roket milik Tiongkok yang jatuh di dua daerah Sumatera Barat (Sumbar) bukan hal yang pertama dialami Indonesia. Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaludin menyebut peristiwa jatuhnya sampah antariksa sudah pernah terjadi sebelumnya. “Pertama pada 1980, sampah roket Rusia jatuh di Gorontalo. Khusus sampah antariksa yang jatuh di Maninjau Kabupaten Agam dan Limapuluh Kota, sebutnya, itu roket peluncur satelit navigasi milik Tiongkok. Lapan juga mengajak masyarakat Sumbar, tidak cemas yang berlebihan dengan sampah-sampah antariksa yang menghujani daerah ini dalam dua hari terakhir.
Source: Jawa Pos July 19, 2017 23:48 UTC