Kedua tren itu menyangkut persoalan perceraian yang meningkat dan tingkat religiusitas yang terus turun. Tingkat perceraian berada di level tertinggi pada 1980-an, sekitar setengah dari total pasangan menikah berakhir dengan perceraian. Mereka yang saat anak-anak orangtuanya bercerai secara signifikan tumbuh menjadi orang dewasa yang tidak religius. Cox mengatakan, tim penelitiannya menemukan, anak-anak yang religius dari orangtua yang bercerai bahkan memiliki tingkat religiusitas lebih rendah dari anak-anak sebayanya, 31 persen dibanding 43 persen. Hasilnya menunjukkan, anak-anak yang dibesarkan oleh orangtua berbeda agama juga cenderung tidak memilih memeluk satu agama tertentu saat dewasa
Source: Republika October 12, 2016 03:27 UTC