Kali ini dengan pernyataannya yang mendikotomikan partai-partai politik di Indonesia dengan sebutan partai setan dan partai Allah. "Tidak identik dengan yang terjadi di Indonesia, apalagi dalam konteks demokrasi tujuannya adalah menjadi instrumen sirkulasi kepemimpinan yang demokratis dan damai. Jadi kalau seperti itu tidak ada kutub ekstrim seperti itu hisbullah (partai Allah) dan hisbu syaiton (partai setan)," tegas Sarmuji. Sebagaimana diketahui, saat memberikan tausiah pasca melaksakan salat subuh berjamaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4), Amien secara gamblang menyebut bahwa di Indonesia ada partai setan dan partai Allah. Namun ketika dikonfimasi usai memberi tausiyah, Amien enggan membeberkan partai apa saja dia sebut sebagai partai setan.
Source: Jawa Pos April 14, 2018 12:56 UTC