Selat hormuz kian memanas.(Dok. AFP)SITUASI di perairan Teluk dan Selat Hormuz mencapai titik didih pada Kamis (12/3) setelah serangkaian serangan sabotase menghantam sejumlah kapal tanker dan kargo. Klaim Keterlibatan Iran dan Penggunaan RanjauKetegangan di Selat Hormuz, yang merupakan jalur bagi seperlima pasokan minyak dunia, semakin memanas setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) memberikan pernyataan melalui Tasnim News Agency. Rentetan Serangan Terhadap Kapal InternasionalSelain di perairan Irak, serangan juga menyasar kapal-kapal di wilayah lain:Mayuree Naree (Thailand): Terkena dua proyektil di Selat Hormuz, mengakibatkan kebakaran di ruang mesin. Meski risiko keamanan meningkat tajam, Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan menolak permintaan dari industri pelayaran untuk memberikan pengawalan militer di Selat Hormuz.
Source: Media Indonesia March 12, 2026 07:51 UTC