Seperti dikatakan Jumrani, salah satu orang tua dari mahasiswa tersebut. Dari pernyataan pejabat Pemkab Paser yang menyebutkan orang tua tidak mengusulkan tambahan beasiswa, sebagai imbas membengkaknya biaya hidup dan kuliah di Tiongkok, dibantah Jumrani. “Sedangkan SPK mahasiswa kampus lain saja bisa diubah, kenapa ini mahasiswa yang jauh di Tiongkok tidak bisa dibantu atau tidak sempat,” keluhnya. Sebelumnya, Kabag Bina Kesra Setkab Paser Nonding menuturkan, sejatinya pemerintah sudah tidak memiliki kewajiban menyalurkan dana untuk mahasiswa di Tiongkok. Saat itu, dia mengatakan, jika pemerintah kembali mengeluarkan anggaran, maka akan menjadi temuan karena di luar perjanjian awal.
Source: Jawa Pos June 21, 2017 15:33 UTC