JawaPos.com – Tertular virus HIV AIDS bukan berarti dunia sudah berakhir. Pasalnya jika pasien HIV mengonsumsi obat anti retroviral (ARV) secara teratur dan tidak terputus, kualitas hidup penderita HIV akan lebih baik dan tidak akan berbeda dengan orang tanpa HIV. Menurutnya pengadaan obat ARV selama ini satu pintu kewenangan Kementerian Kesehatan. Target 2025 berfokus pada peningkatan cakupan layanan HIV dan kesehatan reproduksi dan seksual, serta penghapusan undang-undang dan kebijakan yang punitif dan untuk mengurangi stigma dan diskriminasi. Target pemberian layanan HIV yang baru bertujuan untuk mencapai cakupan 95 persen untuk setiap sub-populasi orang yang hidup dan yang berisiko HIV.
Source: Jawa Pos December 01, 2020 04:52 UTC