TEMPO.CO, Jakarta - Lifter asal Selandia Baru, Laurel Hubbard, pada Senin membuat sejarah sebagai atlet transgender pertama yang bertanding di Olimpiade. Namun dia harus keluar lebih awal karena gagal menuntaskan tiga angkatan snatch-nya di Grup A kelas +87kg putri. Ia gagal menuntaskan angkatan snatch dari tiga kesempatan yang ada. Lifter Indonesia, Nurul Akmal, ada di urutan kelima, sedangkan emas direbut atlet Cina Li Wenwen. “Saya tidak sepenuhnya menyadari kontroversi terkait partisipasi saya di Olimpiade ini,” kata Hubbard dikutip Reuters, Senin.
Source: Koran Tempo August 02, 2021 22:18 UTC