REPUBLIKA.CO.ID,Saya adalah seorang dokter garda depan melawan wabah. Di area isolasi penyakit yang paling berbahaya, pakaian pelindung yang kami pakai harus betul-betul sangat tebal dan ketat, dengan demikian baru bisa menjamin keselamatan hidup kami. Setelah memakai pakaian pelindung, kami tidak bisa makan, minum atau ke toilet. Dengan mengenakan pakaian isolasi yang rapat tidak tembus udara dan kaca mata pelindung, seluruh team bekerja keras dalam perjuangan, semua orang merasakan keterbatasan fisikKetika kami melepaskan pakaian pelindung, pakaian di dalam kami basah kuyub seluruhnya. Ada juga dokter yang jari tangannya terluka, setelah dibungkus rapat dengan kantong plastik kembali ke tempat berjuang di garda depan.
Source: Republika March 22, 2020 04:07 UTC