REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perang yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran sejak 28 Februari kian meluas dampaknya, termasuk mengguncang pasar energi global. Ketegangan meningkat setelah serangan terhadap fasilitas gas utama Iran memicu aksi balasan yang menyasar infrastruktur energi di kawasan Teluk. Presiden AS Donald Trump pada Kamis (19/3/026) mengaku telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak mengulangi serangan terhadap infrastruktur gas alam Iran. Iran sebelumnya membalas serangan Israel terhadap ladang gas utama dengan menyerang Kota Industri Ras Laffan di Qatar, yang memproses sekitar seperlima gas alam cair dunia. Di tengah meningkatnya konflik, Netanyahu justru menyampaikan gagasan pembangunan jaringan pipa minyak dan gas baru dari kawasan Teluk menuju pelabuhan Israel di Laut Tengah.
Source: Republika March 20, 2026 06:23 UTC