Hal ini disebabkan oleh salah satu karyawan Huawei yang diduga mencuri teknologi robot T-Mobile bertajuk "Tappy" pada 2014 silam. Karyawan Huawei diduga memasukkan satu robot Tappy ke tas laptopnya ketika company visit, lalu tak dikembalikan lagi. Menurut laporan gugatan, karyawan Huawei tersebut tak hanya mencuri robot, tapi juga mencuri informasi jeroan teknologi robot T-Mobile. Huawei sempat menentang dugaan ini lewat gugatan, namun pihaknya kemudian menyadari karyawannya memang berbuat tak pantas, yang berujung ke penyelidikan Departemen Kehakiman AS. Meski begitu, belum diketahui apa saja perusahaan lain yang dirugikan Huawei itu mengingat Departemen Kehakiman AS, T-Mobile, dan Huawei juga bungkam terkait temuan WSJ, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari AndroidAuthority, Minggu (20/1/2019).
Source: Kompas January 20, 2019 01:07 UTC