Karena itu, defisit transaksi berjalan diperkirakan masih akan terjadi. “Sehingga neraca perdagangan defisit, neraca jasa juga masih defisit,” kata Enny kepada Bisnis, dikutip Jumat, 10 Januari 2020. Presiden Joko Widodo sebelumnya mengatakan bahwa Indonesia baru merdeka jika dapat menyelesaikan defisit transaksi berjalan tersebut. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja impor November 2019 jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kinerja ekspor November 2019. Secara total kinerja impor November 2019 mencapai US$ 15,34 miliar, jika dibandingkan dengan kinerja ekspor terjadi defisit sebesar US$ 1,33 miliar.
Source: Koran Tempo January 11, 2020 00:56 UTC