REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rencana pemerintah yang akan mengevaluasi formula harga BBM dinilai tidak begitu urgensi. Pengamat Energi Reforminer Institute Pri Agung Rakhmanto mengatakan, jikapun ada formula BBM baru, namun pemerintah tidak konsisten dalam melakukan evaluasi dan penyesuaian harga BBM, hal tersebut tetap akan membebani anggaran subsidi dan keuangan pertamina. "Jadi, masalahnya bukan di struktur formula harga BBM. Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengatakan akan melakukan evaluasi terhadap formula harga BBM. Nantinya, setelah cost struktur BBM tersebut dievaluasi, Arcandra menjelaskan akan ada formula baru dalam menghitung harga BBM kepada masyarakat.
Source: Republika November 26, 2017 09:22 UTC