JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono, telah menyampaikan sejumlah rekomendasi terkait krisis Rohingya kepada pemerintah. Pengamat tersebut, kata Agus, tak harus berada di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa dan bisa bekerja di balik layar. Agus menambahkan, hal serupa pernah dilakukan saat terjadi konflik di Aceh yang melibatkan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) serta konflik Moro di Filipina. "Pernah terjadi di Aceh, Aceh Monitoring Mission. Diundang sejumlah former military officer (mantan perwira) dari beberapa negara di ASEAN untuk mengamati situasi di Aceh ketika sedang berkecamuk," ucap Agus.
Source: Kompas September 20, 2017 09:33 UTC