Seorang wanita membentangkan bendera Palestinasaat melakukan demonstrasi menentang rencana Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, di Kota Gaza, 6 Desember 2017. Menurut dia, rencana Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel bertentangan dengan kesepakatan internasional, resolusi PBB dan fakta sejarah. Simak: Jokowi: Kami Siap Berkontribusi Jaga Stabilitas Semenanjung KoreaMenurut Kharis, Jokowi dapat memanfaatkan kedekatannya dengan banyak pemimpin dunia. Langkah seperti itu, kata Kharis, akan merusak semua upaya perdamaian dan memicu ketegangan dan konflik baru. “Indonesia harus berkomunikasi dengan pemerintah AS untuk menghindari kesalahan ini dan menghormati semua resolusi yang dicapai," ujar Kharis terkait usulannya untuk Jokowi.
Source: Koran Tempo December 06, 2017 19:30 UTC