ANTARA/ICom/AM IMF-WBG/Anis EfizudinTEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pertumbuhan pembiayaan utang hingga September 2018 turun 25,14 persen jika dibandingkan periode yang sama 2017. Baca: Sri Mulyani Usul Asumsi Kurs di RAPBN 2019 Rp 15 Ribu Per DolarSri Mulyani mengatakan hal itu seiring dengan komitmen pemerintah untuk tetap mendorong pengelolaan utang yang prudent dan terukur. Pengelolaan utang antara lain dengan menjaga rasio utang dalam batas aman, meningkatkan efisiensi atas pengelolaan utang, mendorong pemanfaatan utang untuk kegiatan produktif serta menjaga keseimbangan pengelolaan utang. Sri Mulyani mengatakan realisasi pembiayaan yang dilakukan pemerintah, kata Sri Mulyani hingga September 2018 mencapai Rp 292,83 triliun, yang utamanya bersumber dari pembiayaan melalui utang sebesar Rp 304,94 triliun, atau mencapai 76,4 persen dari target APBN 2018. "Postur APBN sampai September 2018 menggambarkan APBN 2018 masih sangat baik posisinya dan lebih baik dari 2017," kata Sri Mulyani.
Source: Koran Tempo October 17, 2018 11:26 UTC