TEMPO.CO, Jakarta - Staf Khusus Menteri Keuangan atau Stafsus Menkeu Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal dan Makro Ekonomi Masyita Crystallin mengakui dari segi penyerapan anggaran stimulus atau belanja negara untuk penanganan Covid-19 tidak secepat yang diharapkan. Pemerintah juga mempercepat realisasi belanja anggaran untuk menanggulangi dampak Covid-19 dan mendorong pemulihan ekonomi nasional. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi anggaran kementerian/lembaga sampai Mei lalu baru mencapai 10,41 persen dari anggaran yang dialokasikan sebelumnya sebesar Rp 1.851,10 triliun. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, realisasi anggaran berhasil mencapai 18,86 persen. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan sistem birokrasi menjadi salah satu penyebab realisasi anggaran belanja berjalan lamban.
Source: Koran Tempo July 02, 2020 21:56 UTC