JawaPos.com - Paparan sinar matahari dan suhu panas 50 derajat di Arab Saudi siap menyambut para Calon Jamaah Haji (CJH) dari seluruh dunia. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Angkatan Darah (RSAD) Denpasar, Bali, Laksmi Duarsa menjelaskan kulit yang terkena paparan sinar yang terik dan panas tidak bisa secara langsung beradaptasi. Apalagi di tanah suci, jika kekurangan cairan maka kulit akan dehidrasi. "Kulit yang terkena panas bisa mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan dan kulit akan tampak kering dan bersisik," kata Laksmi kepada JawaPos.com, Jumat (4/8). Apabila kulit mengalami dehidrasi yang lama, maka kulit akan menjadi keriput.
Source: Jawa Pos August 04, 2017 03:22 UTC