Menurut Fahri, puisi itu menunjukkan bahwa Sukmawati memiliki pemahaman yang tidak tuntas soal agama dan budaya. (JawaPos.com)Fahri lantas memberi contoh salah satu kalimat dalam puisi Ibu Indonesia yang membenturkan konde dengan cadar, serta mengadu kidung dengan azan. Secara umum, kata Fahri, hal itu sama saja mengadu domba antara budaya dan agama yang sebenarnya telah diterima sebagai khazanah Indonesia. Karena itu Fahri menyarankan kepada putri Bung Karno itu agar mendiskusikan pemikirannya dan bertanya kepada orang yang tepat. Hukum aksi reaksi biasa saja," pungkas Fahri.
Source: Jawa Pos April 03, 2018 18:00 UTC