Hal ini karena tenaga kesehatan yang ada sudah mulai kelelahan dan jumlahnya kian menipis karena meninggal satu per satu. Dalam survei hasil riset Magister Kedokteran Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), terungkap sebanyak 82 persen tenaga kesehatan mengalami kelelahan tingkat sedang. “Kelelahan ekstrem bahkan membuat tenaga kesehatan merasa kurang kompeten dalam menjalankan tugas, dan ini tentu berdampak kurang baik bagi upaya kita memerangi Covid-19,” katanya. Dokter yang menangani pasien Covid-19, baik dokter umum maupun spesialis, berisiko 2 kali lebih besar mengalami keletihan emosi dan kehilangan empati dibandingkan mereka yang tidak menangani pasien Covid-19. Bidan yang menangani pasien Covid-19 berisiko 2 kali lebih besar mengalami keletihan emosi dibandingkan mereka yang tidak menangani pasien Covid-19Masih ada 2 persen tenaga kesehatan yang tidak mendapatkan alat pelindung diri (APD) dari fasilitas kesehatannya.
Source: Jawa Pos September 04, 2020 14:47 UTC