ANTARA FOTO/Nova WahyudiTEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan ada pergeseran opini publik terkait Covid-19 dari dimensi kesehatan ke dimensi ekonomi. Menurut Burhanuddin, sebanyak 57 persen responden menganggap keadaan ekonomi nasional buruk dan 12,2 persen menganggap ekonomi sangat buruk. Meski begitu, angka ini menurun dibanding sigi pada Mei yang mencatat 81 persen responden menganggap kondisi ekonomi nasional buruk. Sebanyak 75,7 persen responden menyatakan pendapatan rumah tangga menurun setelah pandemi dan 20,1 persen menyatakan pendapatannya tetap. Survei ini dilakukan melalui telepon terhadap 1.200 responden yang diacak dari data responden survei tatap muka langsung Indikator pada Maret 2018-Maret 2020.
Source: Koran Tempo July 21, 2020 06:56 UTC