REUTERS/Soe Zeya TunTEMPO.CO, Kuala Lumpur - Pemimpin gerakan demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi, menolak bertemu Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman untuk membicarakan krisis etnis Rohingya di Myanmar. Suu Kyi baru bersedia bertemu Anifah di Myanmar jika tujuannya membahas isu bilateral. Myanmar mengeluarkan pernyataan pada Jumat, 2 Desember 2016, yang ditujukan kepada Malaysia yang isinya meminta Malaysia menghormati kedaulatan negara itu. Suu Kyi telah memohon kepada masyarakat internasional untuk memahami isu Rohingya yang disebutnya sangat sensitif dan rumit. "Tidak akan membantu jika setiap orang hanya berkonsentrasi pada sisi negatif dari situasi ini," kata Suu Kyi.
Source: Koran Tempo December 05, 2016 03:15 UTC