Dalam rutinitas kerja sehari-hari, terutama dengan stres berkepanjangan dan kurang tidur, otak terus-menerus berada dalam kondisi tegang. "Ketika tidak berada di bawah tekanan tenggat waktu, otak mengurangi beban kognitifnya, memungkinkan sistem glikemik berfungsi lebih efisien dalam menghilangkan racun yang terakumulasi di neuron. Selama liburan Tahun Baru Imlek, tidur lebih awal dan mengurangi stres membantu menurunkan kadar kortisol, memungkinkan tubuh untuk pulih. Tidur lebih awal dan menghindari stres kerja memastikan bahwa tidur tidak hanya cukup lama tetapi juga nyenyak dan berkualitas tinggi. "Melambat dan beristirahat selama Tết dapat dilihat sebagai investasi strategis dalam kesehatan mental dan fisik, mempersiapkan tubuh untuk berakselerasi di tahun mendatang," ujar Dr. Chau Thi Anh.
Source: Koran Tempo February 18, 2026 01:32 UTC