FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Temuan bukti-bukti terkait tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang menyebabkan ratusan korban tewas dan luka, terus didalami Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF). Begitu juga tentang temuan bahwa gas air mata yang digunakan polisi menembak ke arah suporter Arema FC ikut didalami. “Misalnya menyangkut dengan kandungan gas air mata apakah kedaluwarsa itu berbahaya atau sejauh mana tingkat kebahayaannya, lebih berbahaya atau tidak berbahaya daripada yang tidak kedaluwarsa,” kata Ketua TGIPF, Mahfud MD di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/10). Sebelumnya, kerusuhan pecah usai laga Arema Malang melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (2/10). Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mencatat data sementara jumlah korban meninggal dunia dalam tragedi kericuhan Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sebanyak 125 orang.
Source: Jawa Pos October 11, 2022 22:55 UTC