TEMPO.CO, Jakarta – Tentara Nasional Indonesia menyiapkan seorang prajurit untuk satu tempat pemungutan suara pada pemilihan kepala daerah putaran kedua pada 19 April 2017. ”Satu personel tersebut tidak akan dipersenjatai,” kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kepada wartawan di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Rabu, 12 April 2017. Di pesta demokrasi (pemilu), apakah pernah ada korban meninggal? Panglima TNI belum memastikan berapa jarak antara TPS dan prajurit TNI yang bertugas. Menurut Gatot, Polri yang bakal menentukan berapa personel yang dibutuhkan untuk mengamankan pilkada putaran kedua.
Source: Koran Tempo April 12, 2017 09:00 UTC