REPUBLIKA.CO.ID, BURNOS AIRES -- Seperti banyak pengusaha Argentina lainnya, Marco Meloni melakukan segalanya untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) staf di pabrik tekstilnya meskipun ada penurunan penjualan. Hal itu menyusul suku bunga yang dikenakan lebih dari 70 persen, dan tagihan listrik melonjak di Argentina. Hal yang tidak banyak dilaporkan dan tidak biasa terjadi di negara ekonomi terbesar ketiga di Amerika Latin itu adalah tidak adanya PHK besar-besaran saat krisis ekonomi. Perusahaan-perusahaan Argentina diharuskan membayar pekerja yang diberhentikan sebulan gaji untuk setiap tahun pelayanan ditambah setidaknya satu bulan gaji saat pengumuman PHK. Biaya PHK di Argentina termasuk yang tertinggi di dunia, menurut proyek Doing Business Bank Dunia, yang mengukur peraturan bisnis di 190 negara.
Source: Republika January 20, 2019 03:22 UTC